Demokrat Pecat Kader Pengkhianat

18

Batam (najwanews.com) -Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (PD) memecat para pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD). Ini menyusul desakan yang kuat dari para kader Partai Demokrat yang meminta dijatuhi sanksi tegas kepada yang bersangkutan.

“Saudara Yus Sudarso, Tri
Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib dan Ahmad Yahya.
diberhentikan tidak hormat,” ungkap Herzaky Mahendra Putra,
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat dalam rilis yang diterima media ini, Sabtu (27/2).

Dikatakan, keputusan itu juga sesuai dengan keputusan dan rekomendasi Dewan Kehormatan Partai
Demokrat, yang telah melakukan rapat dan sidangnya selama beberapa kali dalam sebulan
terakhir ini.

Terkait dengan GPK-PD sambungnya, Dewan Kehormatan Partai Demokrat telah menetapkan bahwa
Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad
Yahya, terbukti melakukan perbuatan tingkah laku buruk yang merugikan Partai Demokrat
dengan cara mendiskreditkan, mengancam, menghasut, mengadu domba, melakukan bujuk
rayu dengan imbalan uang dan jabatan, menyebarluaskan kabar bohong dan fitnah serta hoax
dengan menyampaikan kepada kader dan pengurus Partai Demokrat di tingkat Pusat dan
Daerah, baik secara langsung (bertatap muka) maupun tidak langsung (melalui komunikasi
telepon) bahwa Partai Demokrat dinilai gagal dan karenanya kepengurusan Partai Demokrat
hasil Kongres V PD 2020 harus diturunkan melalui Kongres Luar Biasa (KLB) secara illegal
dan inkonstitutional dengan melibatkan pihak eksternal.

Padahal, kepemimpinan dan kepengurusan serta AD/ART Partai Demokrat hasil Kongres V PD 2020, telah mendapatkan
pengesahan dari pemerintah melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dan masuk dalam Lembaran Negara.

Tindakan pengkhianatan terhadap partai dan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan PD
secara paksa, jelas merongrong kedaulatan, kehormatan, integritas dan eksistensi Partai
Demokrat. GPK-PD juga sangat melukai perasaan para pimpinan, pengurus dan kader Partai
Demokrat, di seluruh tanah air.

“Keputusan dan rekomendasi Dewan Kehormatan Partai
Demokrat itu didasarkan atas laporan kesaksian dan bukti-bukti serta data dan fakta yang
ada, dilengkapi Berita Acara Pemeriksaan. Jelas bahwa para pelaku GPK-PD itu telah
melakukan tindakan atau perbuatan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat, Pakta Integritas dan Kode Etik Partai
Demokrat.
Perbuatan dan tingkah laku buruk Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun,
Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya merupakan fakta yang terang benderang dan oleh
karena itu menurut Dewan Kehormatan Partai Demokrat, yang bersangkutan tidak perlu
dipanggil untuk didengar keterangannya, atau diperiksa secara khusus, sesuai ketentuan
Pasal 18 Ayat (4) Kode Etik Partai Demokrat,” paparnya.

Ditambahkan, meskipun Dewan Kehormatan Partai Demokrat memutuskan demikian, Majelis Tinggi Partai
Demokrat telah berupaya untuk melakukan komunikasi dengan salah satu aktor utama GPK-PD, yaitu saudara Jhoni Allen Marbun. Tetapi tuntutan yang bersangkutan tidak masuk akal;
bukan konsolidasi internal, melainkan memasukkan aktor eksternal melalui KLB
inkonstitusional, dan “menjual” Partai Demokrat kepada aktor eksternal itu, sebagai
kendaraan dalam pen-Capres-annya di Pemilu 2024.

Padahal, dari berbagai indikator, tokoh
eksternal yang dimaksud tersebut, tidak bisa dikatakan sebagai seseorang yang memiliki
kepantasan. (r)

BAGIKAN