Cut and Fill Kopek ‘Hutan Lindung’, Aktifis Lingkungan Meradang

18

NAJWA NEWS.COM Batam – Aktifitas cut and fill di kawasan persis depan Tering Bay Resort diduga mengopek keberadaan Hutan Lindung yang dijaga undang-undang. Aktifis lingkungan pun meradang.

Ketua DPC Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (Ampuh) Kota Batam Budiman Sitompul menegaskan, menerabas kawasan hutan lindung adalah pelanggaran fatal. Apalagi kawasan hutan depan Tering Bay Resort itu masuk kawasan hutan lindung.

“Kegiatan kegiatan ini tidak bisa ditelorir. Ancaman penjaranya ada. Ini pelanggaran Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Lingkungan Hidup dan UU No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan”ujar Toms sapaan akrab Budiman, Selasa 21 Juli 2020.

Toms menilai, banyak kalangan meremehkan persoalan lingkungan dan menjaga kelestarian hutan. Sehingga banyak kawasan hutan lindung yang sudah gundul dan jadi kawasan kapling.

“Untuk cut and fill di kawasan Nongsa ini saya minta pihak berwenang turun dan menghentikan aktifitas tersebut”, katanya.

Terpisah Kepala Satuan Pengelolaan Hutan Lindung Unit II Batam, Lamhot Sinaga menyatakan kawasan tersebut memang hutan lindung. Pihaknya sudah meminta aktifitas cut and fiil dihentikan.

“Selanjut akan kami sampaikan ke gakkum perwakilan sumatra,” katanya. (gr)

BAGIKAN